Nilai Ujian Nasional dan Penilaian Guru Mata Pelajaran

https://betelzebua.files.wordpress.com/2013/04/logo-tut-wuri.pngTahun 2013 merupakan potret semakin bobroknya dunia pendidikan Indonesia. Kekacauan dimana-mana, mulai dari terlambatnya soal UN, kurangnya lembaran soal, sampai pada adanya indikasi bocornya soal-soal Ujian Nasional.

Saya sebagai penulis dalam blog ini tidak terlalu mempersoalkan hal-hal yang menjadi potret pendidikan kita tersebut diatas karena masalah-masalah tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh pihak yang telah melalaikannya, namun UN yang digadang-gadang adalah jembatan untuk membuat transparansi dalam dunia pendidikan kita serta meningkatkan kwalitas pendidikan bagi peserta didik sudah terbukti?. Pertanyaan ini yang sulit untuk dijelaskan karena sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa seseorang mantan peserta didik berhasil hanya karena NILAI UN. Namun keberhasilan ditentukan oleh diri sendiri, menyimak hal ini saya mencoba memberi perbandingan efektif, hal apakah yang paling perlu dilakukan dan menjadi standar kualitas seorang peserta didik, apakah NILAI UN atau NILAI GURU MATA PELAJARAN.

Nilai UN didapat hanya dalam beberapa jam saja bahkan jika lebih saya ringkas dalam beberapa menit saja setelah pelaksanaan ujian Nilai ini sudah dapat diketahui. Apakah hasil dari beberapa menit ini kita jadikan sebagai standar dan patokan kualitas peserta didik?, bagi saya hal ini kurang begitu baik, seharusnya kualitas seorang peserta didik bukan hanya ditentukan dengan Nilai sesaat dan nilai instan saja, akan tetapi menentukan kualitas peserta didik perlu waktu yang lama dalam hal ini butuh proses. Proses berpikir, perilaku, penghayatan, serta penerapan adalah hal-hal yang dapat menentukan kualitas peserta didik. Nah, siapa yang bisa menilai item-item ini, siapa lagi kalau bukan guru yang membimbing dan menuntunnya setiap hari.

Jadi apa yang kita pilih seandainya dihadapkan pada dua pilihan pernyataan, kualitas peserta didik dinilai dari penilaian instan saja seperti UN ataukah kualitas peserta didik ditentukan oleh penilaian berproses yang ditentukan oleh seorang guru mata pelajaran? Saya sendiri dengan berani dan bertanggung jawab bahwa kualitas standar peserta didik ditentukan bukan dari Nilai instan UN namun penilaian yang lama dan berproses yang dilakukan oleh seorang tenaga pengajar dibidangnyalah yang paling masuk akal dikategorikan sebagai patokan kualitas seorang peserta didik diakhir akhir menyelesaikan ilmu pada level dan tingkat masing-masing.

Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s