Disaat Hatiku Kembali Gelisah

cropped-picture-025.jpgHari-hari kulewati dengan berbagai macam warna dan rasa, kadang tawa, kadang ratap, kadang sedih, kadang juga senang, dan berbagai aneka yang lain kulalui. Tak setitikpun terlintas untuk hentikan perjalanan ini. Setiap kumelangkah kusisipkan kata dalam hati, inilah awal perjalananku. Seterusnya dan seterusnya berlalu seperti itu, namun kadang kuberfikir dengan kepala menatap apa yang ada didepanku, kumemandang apa saja disekelilingku, kepala kadang tergeleng sendiri, kadang bibir bergerak menyampaikan sebuah senyuman penuh arti, sudah sejauh mana perjalananku.

Hati kecil itupun berbisik dan berkata, hei….jangan melamun, hei jangan menghayal,….dengar bisikan itupun dua bola mataku segar kembali yang tadinya berada diantara dunia penuh imajinasi. Pikiran sadarku kubangkitkan kembali mencoba mengolah memori data yang tersimpan dalam setiap perjalananku. Oh ternyata perjalanan itu masih jauh, kaki harus terus berjalan untuk melangkah, tangan harus terus berayun untuk meraih, perjalanan itu pun tak kuakhiri.

Namun disaat-saat perjalanan terus melaju kencang ke kilometer berikutnya, hatiku gelisah, denyut jantung didadapun berdebar tak menentu persis seperti lirik lagu, namun bukan karena kehadiran seseorang, kali ini gelisah oleh satu gangguan pikiran yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Kapan selesai…?? waktu berbicara akan hal itu.

Satu kata, pikiran yang selalu menggangu harus dihadapi dengan hati yang dingin agar hati itu tidak gelisah dan tidak berdebar tak menentu olehnya. Kegelisahan itu jangan terus dipelihara, karena hal ini bisa membuat kesakitan yang perih, mengeringkan tulang bahkan menghentikan perjalanan yang telah aku awali.

Oh..tidak…perjalanan ini harus terus, jangan berhenti, aku masih belum jauh dari titik start, aku harus bisa mencapai finish yang telah kusimpan dalam flashdisk otak sadar saya. Masih ada asa, masih ada waktu tersedia untuk melanjutkan, jangan menyerah, raihlah esok yang kau impikan dan petiklah cita yang dikau dambakan.

Sekali lagi kuberkata disaat hati kembali gelisah, lanjutkanlah terus perjalanan manismu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s