JANGAN REMEHKAN ORANG LAIN

https://betelzebua.files.wordpress.com/2013/04/pp34.jpgDalam keseharian kita sebagai manusia yang penuh aktivitas, kadang kala kita selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh orang lain tidak ada artinya dibanding apa yang sedang saya lakukan, apa yang dimiliki oleh orang orang lain tidak sebanding dengan apa yang dimiliki oleh kita, dan masih banyak hal-hal lain yang pada dasarnya apa yang diperbuat oleh orang lain tidak lebih baik dari apa yang kita sendiri perbuat. Dan sifat ini kadang-kadang melekat erat-erat dalam eksistensi pribadi manusia sosial. Tidak munafik bahwa kita (saya) tak jarang melakukan hal-hal yang sifatnya seperti ini.

Dua hal yang selalu bolak-balik dan berulang-ulang timbul dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, yakni meremehkan dan diremehkan. Ketika kita berada dalam kapasitas pribadi yang berkategori meremehkan, rasa senang, rasa yang sepertinya lebih dari seorang raja yang duduk diatas tahta singgasananya, rasa bahwa hanya saya yang bisa melakukannya adalah sebagian efek yang timbul dari kondisi itu. Namun sebaliknya, apabila kita (saya dan anda) yang berada diposisi yang diremehkan, rasa marah, rasa ingin membuktikan, rasa jengkel, dan menyebalkan adalah beberapa dari banyak hal yang kita rasakan.

Pada suatu hari saya sedang bercerita dengan teman saya sambil duduk disebuah tempat santai di Kota dimana saya tinggal. Teman saya berkata “kemarin saya duduk di salah satu tempat yang agak berkelas, dimana pengunjung kesini orang-orang yang memiliki uang sedikit lebih banyak, saat saya baru duduk dan mulai mencicipi makanan yang telah saya order, tiba-tiba datang seseorang yang mungkin jika dilirik dari penampilannya orang ini tidak layak masuk ditempat itu” kira-kira begitulah teman saya menilai orang ini. Tak lama setelah orang ini duduk dia memanggil pelayan ditempat itu, dengan murung pelayanpun datang dan melayani si tetamu ini. Orang ini bertanya kepada si pelayan, “mbak…kalau ini harganya berapa?” sambil menunjuk daftar menu yang dibawa sipelayan, pelayan pun menjawab “segini pak” sambil menyebut angka harga dari menu itu. Tidak berhenti disini, sang tamu pun kembali bertanya “yang ini berapa…sambil tunjuk menu lagi,..kalau yang ini juga berapa?”…sang pelayan pun dah mulai kesal melihat sang tamu mungkin dalam hati dia berpikir “ada uang tak bapak ini” pake nanya-nanya harga terus..!! pelayan ini menjawab “yang ini segini…dan yang ini segini…” Sang tamu pun memesan semua yang ditunjuknya tadi, pelayan kaget dalam hati, aduh bapak ini bayar pake apa dengan orderan sebanyak dan semahal ini. Pelayan berkata baik pak, begitu sipelayan hendak pergi mengambil orderan sang tamu, sang tamupun memanggil lagi sambil berkata “mbak totalnya segini ya..sambil sebut harga total dari orderan” sang tamu mengambil sejumlah uang dari dalam saku celanannya dan memberikanya kepada pelayan itu. Pelayan inipun mulai merasa malu dalam hati, ternyata bapak ini tidak seperti yang saya pikirkan dari awal, tidak berhenti dari situ sang tamu malah memberi sipelayan ini pun dua kali lebih banyak dari harga orderannya sebagai rejeki.

Apa yang bisa  kita petik dalam cerita singkat diatas, bahwa jangan pernah kita meremehkan orang lain mungkin karena melihat penampilannya, atau mungkin melihat wajahnya, dan sebagainya. Kita harus belajar bisa menerima dan memahami orang lain sebagaimana adanya, karena kita tidak tahu kadang-kadang orang yang kita remehkan malah membawa rejeki bagi diri kita sendiri.

By : Betelz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s