Hari Pendidikan Nasional: Diperingati tanpa Ruh?

Berbagi Kisah

Hari ini tanggal 2 Mei, sebuah hari yang dijadikan momentum sebagai peringatan atas berdirinya sebuah sekolah di zaman pra kemerdekaan sebagai simbol pembangunan sumber daya manusia di tengah-tengah diskriminasi hak-hak belajar dan mendapatkan pengajaran yang layak bagi pribumi, yang kelak kemudian hari mengantarkan banyak generasi-generasi terbaik pada zamannya. 

Buat saya, wajah pendidikan nasional kita telah diujung tanduk. Kalau pun anak-anak kami kini bersekolah dan mengikuti kurikulum yang berlaku saat ini, bagi saya hanya bagian bagaimana mereka belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan dunia luar. Menghadapi era kompetisi dan membangun inter-personality mereka. 

Sempat dulu terpikir memilih home schooling bagi anak-anak kami, nyatanya saya tak cukup sabar dan memiliki ruang waktu yang memadai bagi mereka. Jalan tengahnya akhirnya tetap menyekolahkan mereka di sekolah Islam terpadu yang ada agar tetap terjaga lingkungannya, minimal ada target belajar yang memadai selebihnya sentuhan dari rumah memang diharapkan lebih dominan. Entahlah, ini juga salah satu yang mendorong saya ingin…

Lihat pos aslinya 343 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s