Upayaku Dalam Penyembuhanku Melawan Stroke

Christie Damayanti

Christie Damayanti

Tuhan memang sangat sempurna. Tidak akan ada manusia yang bisa menyamai NYA. Termasuk dunia kedokteran. Bahwa dunia kedokteran, selalu bertumbuh tetapi belum ada atau tepatnya, TIDAK AKAN ADA yang bisa menyamai Tuhan dalam penyembuhan! Tuhan adalah dokter yang sempurna!

Seperti ku, sebagai insan pasca stroke. Secara medis, semua dokter2ku sewaktu aku masih di Amerika mengatakan bahwa aku tidak akan bisa bangun, berdiri dan berjalan lagi. Aku hanya mampu untuk duduk di kursi roda. Dan bagaimana aku bisa bekerja lagi? Itu adalah SECARA MEDIS, secara manusia!

Beruntung, aku sangat percaya dan dibesarkan oleh keluarga yang sangat percaya bahwa Tuhan mampu untuk berbuat yang kita tidak bisa perbuat. Dan aku sangat mempercayai itu, sehingga lihat saja, apa yang sudah Tuhan lakukan dengan tubuh ½ lumpuh sebelah kanan, seperti tubuh lumpuhku ini ….. Puji Tuhan …..

Saat ini menurutku, dunia kedokteran belum bisa untuk menggantikan sel2 baru yang karena sakit atau kecelakaan, sel2 tersebut mati. Karena stroke, aku mengalami ‘kecacatan’ yang memang mungkin tidak menetap, tetapi kondisiku sekarang ini mengalami gangguan spastisitas otot, bicara agak tersendat, gangguan gerak motorik yang ditimbulkan oleh rusaknya sel2 otakku. Walau konsep ini terus aku ‘patahkan’, bahwa dengan bantuan doa kepada Tuhan, bantuan dokter2 serta terapistku serta kasih keluargaku, aku mampu tegap, terus berusaha untuk mengembalikan ‘plastisitas’ otakku dengan terapi-terapi yang berkesinambungan, yang aku lakukan sejak 3 tahun lalu setelah aku diserang stroke sampai sekarang …..

‘Cacat’ yang aku alami keran terserang stroke sekarang ini, adalah agak berat dengan 20% otak kiriku pernah terendam darah. Dengan tubuh kananku lumpuh, aku tetap bisa bersyukur karena walau tubuh kananku lumpuh tetapi daya pikir dan daya juangku tidak pernah lumpuh! Bicaraku memang masih tersendat apalagi jika aku berkata2 cepat atau didera emosi tinggi, bicaraku akan hanya bisa bergumam walau pikiranku tetap bisa jernih. Kekakuan otot tubuh sebelah kananku, aku rasakan agak berat dengan rasa kesemutanku sampai saat ini, sehingga sungguh, secara fisik aku masih ‘berat’ untuk bergerak da berkegiatan, walau sudah 3 tahun ……

Dari buku2 dan referensi2 serta pertanyaan2ku kepda dokter2 serta terapisku, mereka mengatakan bahwa kecacatan akibat stroke salah satunya bergantung kepada kcepatan penanganan sebagai ‘golden periode ‘, luasnya otak yang terserang, berapa banyak fungsi susunan saraf otak yang terkena serta masa rehabilitasi setelah stroke.

Juga, keberhasilan dalam terapi dan rehabilitasi tergantung kepada kerusakan otak itu sendiri termasuk bergantung kepada semangat serta keinginan diri untuk sembuh, serta pengertian dari orang2 terdekat dengagn si penderita.

Keinginan untuk sembuh penderita pasca stroke seperti aku ini, sangat menentukan tepat atau tidak nya penanganannya. Karena walau obat2 sudah diberikan, lalu terapi2 sudah dilakukan tetapi si penderita tetap statis, hanya melakukan dengan seadanya, otak pun tidak mau berbuat banyak! Sungguh, betapa besarnya Kuasa Tuhan itu!

Jalan keluar yang paling baik sebelum kterkena stroke, adalah pencegahan, untuk kita terhindar dari stroke, ringan apalagi berat. Beberapa pencegahan stroke :

–          Pencegahan Primordial

Yaitu pencegahaan kepada orang yang belum mempunyai resiko2 terkena stroke. Seperti anak2 atau orang2 muda atau dewasa yang masih sehat dan baru ‘bertumbuh’.

–          Pencegahan Primer

Yaitu pencegahan kepada orang yang telah mempunyai faktor2 resiko untuk terkena stroke, baik dari unsur gen atau dari pola hidup dan makanan.

–          Pencegahan Sekuder

Yaitu pencegahan kepada orang yang pernah terserang stroke ( seperti aku sekarang ini ), untuk membatasi apapun yang mempunyai faktor2 resiko.

Jika seseorang peduli dengan kesehatannya, dan peduli dengan ‘apa yang tidak biasa’ dengan tubuhnya, tentu mungkin aku tidak mengalami terserang stroke. Apalagi pola hidup yang benar2 tidak menentu.

Seperti yang aku tuliskan pada artikel2 ku tentang stroke di link ini ‘Warning!’ Stroke Memang Sangat Mengerikan!, gejala2 stroke sudah aku alami dengan sering dan aku tetap tidak peduli dengan kesehatanku, yaitu :

–          Kelemahan mendadak, kesemutan pada wajah, lengan dan kaki

–          Tiba2 tidak atau susah untuk berbicara, atau kesulitan memahami kata2

–          Penglihatan tidak jelas atau kabur, atau juga penglihatan berganda

–          Sering pusing dan sakit kepala hebat, apalagi jika mendadak baru pernah dirasakan

–          Kehilangan keseimbangan, apalagi disertai dengan gejala2 sebelumnya

Dan upaya2 penyembuhannya pun sudah aku terangkan di artikel2ku. Bahwa konsep terapi semuanya adalah untuk penyembuhan. Tetapi masing2 mempunyai metode2 khusus, sehingga antara 1 metode dengan metode yang lain sebaiknya jangan bercampur, karena stroke itu adalah ‘penyakit otak ( pembuluh darah otak )’ sehingga otak akan ‘bingung’ jika kita mencampur metoda2 yang sedianya kita pikir akan menjadi lebih cepat dan lebih baik untuk sembuh …..

Dalam terapi fisik, streching otot yang lemah oleh terapist akan membuat tubuh kananku mampu untuk tegak berdiri. Dan jika aku tidak terapi berhari2, tubuhku akan miring ke sebelah kanan ( tubuh yang lumpuh ), dan jika aku harus bertahan untuk menegakkan tubuh ku dengan sempurna, aku harus berkonsentrasi sedemikian, sehingga energiku seakan habis untuk hanya sekedar duduk tegak dan berdiri tegap ……

‘Kecacatan’ yang aku alami karena terserang stroke 3 tahun lalu ini, tergolong berat. Mayoritasnya menyerang syaraf motorik dan sensorik serta kesetimbangan ( syaraf otak nomor 3, 5 dan 7 seperti di tulisanku ‘Brodmann Area’: Mengapa Panderita Stroke dan Metode Terapinya Bisa Berlainan?.

Kaki kananku memang bisa bergerak dan bisa berjalan tetapi lambat dan sering telapak kaki kananku mengejang dan setelah kegiatanku, mulai siang hari, kaki dan tanganku akan membengkak dan ’sembuh’ jika aku sudah brbaring pada malam hari.

Tangan kananku belum mampu untuk melakukan kegiatan, sama sekali. Jari2 tangan kananku baru mamp untuk bergerak dengan sangat lambat, hanya untuk sekedar membuka dan mengepalkan tanganku …..

Dan ‘rasa’ atau sensorik tubuh kananku, mungmkin sekarang sudah bisa merasakan sekitar 60% karena belum ada alat ukur sensorik.

Tubuh kananku benar2 lumpuh separuh. Termasuk lidah serta tenggorokkan untuk menelan. Sehingga setelah aku stroke, aku memang susah untuk menelan dan aku hanya bisa mengunyah di dalam mulutku di sebelah kiri karena jika mengunyah di sebelah kanan, aku akan mengeluarkan air liur dan menetes di sebelah kanan mulutku, tanpa aku sadari …..

Belum lagi, rasa makanan yang dulu aku sangat sukati, tetapi pada kenyataannya sekarang, aku tidak suka makanan itu lagi, karena sensor rasa yang ada di lidah, juga separuh lumpuh, sehingga rasa makanan separuh tidak enak …..

Walau demikian, aku tetap semangat dan terus berusaha. Dan dengan kasih dari keluarga serta doa kepada Tuhan, dengan keterbatasanku yang sekarangpun sangat ‘menyiksa’ diriku, aku tetap kokoh berdiri, seakan tidak terjadi apa2 padaku …..

Tuhan bersertaku dan kita semua!

Dengan daya upayaku, sekarang aku tetap bisa berkarya, walau aku dalam keterbatasan…

Ditulis Oleh : Christie Damayanti

2 thoughts on “Upayaku Dalam Penyembuhanku Melawan Stroke

    • Terimakasih Sebelumnya Kepada Mas Arif Budi Waluyo, yang telah bersedia jalan-jalan di blog sederhana dan yang memiliki banyak kekurangan ini. Maklum masih baru tahap belajar didunia coret-mencoret yang penuh inspirasi ini.

      Doa Mas Arif semoga membuat mbak Christie lekas sembuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s