Kisah Nyata Mirip Tasripin Dari Pulau Nias

Sulit sekali mendeskripsikan kata-kata bagaimana jika anak-anak kehilangan kedua orang tuanya. Apalagi jika peristiwa itu terjadi pada saat anak-anak itu masih belum bisa mandiri untuk menghidupi dirinya sendiri. Keluarga yang utuh pun adalah impian setiap anak-anak, serta kerinduan untuk menikmati kasih sayang orang tua adalah dambaan yang tak bisa terlukiskan dengan sebuah narasi.

Margaret Lusa Putri Gowasa (16) lahir pada tanggal 26 Oktober 1997, salah satu diantara sekian banyak anak-anak yang telah kehilangan orang tua yang kemudian menjadi tulang punggung keluarga. Margaret, bersama ke empat adek-adeknya telah merasakan bagaimana kehilangan kasih sayang dari orang tua disaat umur mereka masih sangat muda. Tahun 2004 adalah tahun dimana Margaret beserta adek-adeknya telah menjadi yatim piatu.

Siswi yang sekarang duduk di kelas III SMP di Teluk Dalam kabupaten Nias selatan ini, baru saja selesai mengikuti Ujian Nasional. Dia harus menjadi ayah dan ibu buat keempat adik-adiknya, dan juga harus menjaga kakeknya yang ikut tinggal bersama mereka.

Copy of Margaret NBC 2

Margaret Lusa Putri Gowasa

Apa yang dilakukan Margaret dalam perjuangannya sebagai kepala keluarga? Dia harus merelakan waktunya untuk menikmati hidup layaknya anak-anak yang seumuran dengan dia, selesai berjuang menuntut ilmu disekolah, siswi yang tinggal di desa Hiliganowo Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan ini, harus berjuang mengangkat kerikil untuk mendapatkan uang demi menghidupi adik-adiknya dan kakeknya yang sudah tidak bisa bekerja lagi karena umur yang sudah sangat tua.

Saat ditanya tentang penghasilan, Margaret menjawab ” Saya bisa mengumpulkan dan mengangkat kerikil 5 karung setiap harinya, satu karung kerikil harganya Rp. 3000, jadi saya bisa menghasilkan uang Rp. 15000 sehari untuk biaya kami beenam”.

Dalam melakukan pekerjaan ini, Margaret bukannya tidak memiliki tantangan, dia harus masuk kedalam air dengan mencelupkan dirinya untuk mengambil kerikil, dan bayangkan saja jika kerikil itu harus dia angkat diatas pundaknya untuk dibawa kepinggir jalan. Untuk mengumpulkan satu karung kerikil dia membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Jika Margaret bisa mengumpulkan 5 karung kerikil dalam satu hari berarti dia membutuhkan waktu 5 jam untuk itu. hari-harinya yang begitu telah dilakoninya selama kurang lebih 9 tahun. Namun perempuan yang sebentar lagi akan mendaftar masuk SMA ini sama sekali tidak malu melakukan pekerjaan ini. “saya tidak malu, sejak ayah meninggal saya baru kelas III SD dan kelas IV SD saat ibu meninggal, pekerjaan ini telah saya mulai” ujar Margaret”. Dia sangat mandiri dan dewasa berkat motivasi dan dukungan Bowozatulo Gowasa alias Ama Fo’omoli (75) yang tidak lain adalah kakeknya yang sekarang bersama dengan mereka.

Namun Cewek berparas cantik ini tidak boleh diremehkan jika berbicara dengan prestasi, walaupun hanya memiliki predikat sebagai Pengumpul Kerikil tetapi dia memiliki bakat berbahasa Inggris serta beberapa kali menjadi ranking 2 dan 3 di SMPN 4 Teluk Dalam tempat dia menuntut ilmu, ujar Salah seorang guru disekolah itu. Beberapa waktu lalu teman saya dari NBC juga datang kekediaman Margaret yang sederhana yang hanya memiliki penerangan dengan menggunakan lampu dinding,walaupun kiri kanan rumahnya sudah memakai penerangan listrik, namun ketika ditanya tentang ini, dia mengatakan bahwa tidak mampu untuk membayarnya, untuk makan saja susah apalagi bayar listrik, kata Margaret.

Sungguh beban ini sangat berat bagi Margaret, namun dia tetap punya kerinduan untuk bisa membesarkan adik-adiknya dan memiliki mimpi untuk segera meninggalkan kehidupan yang cukup menyusahkan ini. Bukankah kisah ini memiliki kesamaan dengan Tasripin yang hidupnya telah berubah berkat doa dan bantuan anak-anak bangsa ini? Maukah kita mencoba berbagi dengan Margaret sang pengumpul kerikil dari Pulau Nias? Itu hanya bisa dijawab dengan niat dan tindakan yang tulus dari masing-masing pribadi kita, (BZ).

One thought on “Kisah Nyata Mirip Tasripin Dari Pulau Nias

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s