Meraup Rupiah Diatas Jembatan

Gambar

Afrizal dengan gerobaknya

Kehidupan yang layak pun adalah impian semua insan. Mendapatkan uang dengan keringat adalah hal yang mulia dan agung di mata manusia, terlebih dimata-Nya Tuhan. Di zaman serba susah, harga BBM yang terus naik, ditambah biaya kehidupan sehari-hari yang terus melonjak tanpa batas, tanpa mengenal batas kemampuan setiap orang untuk menghadapinya, pada umumnya membuat setiap orang mencoba untuk mencari uang dengan cara yang instan bahkan yang tidak sesuai dengan hukum pun kadangkala ditempuh hanya dengan alasan yang sederhana “menafkahi keluarga”.

Namun hal ini tidak – bagi Afrizal Nasution (38) yang berdomisili di jembatan 3 Barelang – Kota Batam. Pria berbadan kekar dan tegap ini mencoba meraup rupiah dengan cara yang benar walaupun dimata sebagian orang pekerjaan ini sungguh memalukan. Kepala keluarga yang merantau ke Kota Batam 13 Tahun yang lalu ini pun bercerita sedikit tentang kehidupannya meraup uang dengan mondar-mandir di atas jembatan.

Bagi setiap orang yang datang ke Kota Batam, tidak lengkap rasanya jika tidak jalan-jalan ke jembatan 1 Barelang meskipun hanya untuk sekedar lihat jembatannya sambil foto-foto, makan jagung bakar khas barelang jika hari sudah gelap, atau hanya untuk melintas aja melihat jembatan dan aktifitas yang ada diatasnya.

Malam itu kami berjalan menuju jembatan Barelang dengan tujuan hanya untuk sekedar foto-foto, disela-sela kegiatan jepret-jepret itu, melintas gerobak yang sudah dimodifikasi dengan berbagai macam aneka minuman soft drink, jajanan anak-anak bergelantungan digerobak itu. Salah satu dari kami pun memanggil gerobaknya, “mas..mas..”, kata paman saya, gerobaknya pun berhenti. Begitu Mas Afrizal sapaan akrabnya berhenti, saya langsung bilang…mas..berdiri dulu biar saya foto…Mas afrizal pun dengan refleksinya langsung berpose disamping gerobaknya sambil tersenyum…”hehehe…cakep ga mas” ujar mas Afrizal. Ketika saya tanya sudah berapa lama memulai aktifitas ini mas?, baru 3 tahun belakangan ini mas katanya, sambil memasukkan beberapa minuman kedalam kantong plastik yang kami pesan. “Jam berapa mas mulai berjualan disini?”, tanya saya kembali, “tak menentu mas, kadang kalau pagi kita keliling mulai dari jam 10 baru sore lagi datang sampai sekarang…tergantung pengunjung sini mas, rame atau sepi” dengan logat  melayunya jawab mas Afrizal. Begitu saya tanya lagi penghasilannya berapa mas satu hari? …dengan senyum Mas Afrizal menjawab..”…aduh tak tentu mas kadang kalau rame bisa dapat 100rb, kalau sepi juga kadang hanya dapat 40rb-an, yang jualan sini rame mas katanya”. Begitu bayaran minuman yang kami beli pun dibayar, mas Afrizal berpamitan,..mas maaf ya saya harus keliling lagi. Ok..ok mas kata saya.

Bukankah tindakan mas Afrizal Situkang gerobak keliling, sangat mulia? ini yang kadang-kadang tidak dimengerti sebagian insan, bahwa apapun itu, sehina apapun itu, atau pekerjaan sedehana apapun itu, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan menghasilkan hasil dan bisa menafkahi keluarga, dengan jerih peluh walaupun hasilnya sedikit tetapi masih bisa tersenyum menikmati hidup.(BZ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s