Pemimpin di “depan” bukan di “atas”

Person Blog - Abrar Dillahi

Filosofi menjadi pemimpin bagi saya, bisa diringkas dalam satu kata saja, yaitu di depan. Bagi saya, menjadi seorang pemimpin berarti memiliki kualifikasi “berada di depan”, bukannya “di atas”.

Pemimpin “di atas” menggunakan hanya jari telunjukknya untuk menyatakan “kerjakan”, sementara pemimpin yang “di depan” menggunakan seluruh jari tangannya untuk menyatakan “mari kita lakukan”. Pemimpin “di atas”, menggunakan seluruh jari tangannya untuk “memukul”, sementara yang “di depan” menggunakan seluruh jari tangannya untuk “mengajak”. Pemimpin “di atas” menggunakan tangannya untuk “mematahkan”, sementara pemimpin “di depan” menggunakan tangannya untuk “menyatukan”. Pemimpin yang “di atas”, menggunakan jempolnya untuk memuji sementara keempat jemari lainnya terarah kepadanya, sementara pemimpin yang “di depan” menggunakan kelima jarinya untuk “menarik” dan “mendorong”.

Lihat pos aslinya 507 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s